2/19/2018

Cantik itu Luka : Halimunda – Kota darah, hantu dan birahi

Baru membaca bab pertamanya saja gue udah dibuat bergidik ngeri. Sungguh imajinasi yang teramat liar. Mau nggak dibayangin juga pasti terbayang. Kisah seorang peremupan yang sudah bosan memiliki anak yang cantik. Hingga akhirnya ia berdoa kepada setan, agar melahirkan anak serupa dirinya. Kalau perlu lebih buruk rupanya. Kenapa ia meminta kepada setan? Karena ia tahu, Tuhan Maha Baik dan tidak akan mengabulkan keburukan. 


Namun, kengerian tak berhenti sampai disana. Merasa melahirkan anak yang cantik, padahal tidak, Dewi Ayu ingin mati. Semua orang mencibirnya, bahkan ustadz juga sudah menyatakan kalau perempuan itu sesat. Tapi Dewi tak perduli, ia tetap membungkus dirinya dengan kain kafan lalu tidur seperti orang mati. Tapi ia belum mati. Hingga akhirnya ia pun mati, lalu setelah beberapa tahun kemudian ia bangkit dari matinya. 

Semakin dalam gue masuk ke dalam cerita, semakin miris alur kisah para tokoh yang gue dapatkan. Beberapa kali gue sampai harus membaca ulang beberapa bagian cerita. Bukan karena ceritanya yang rumit, tapi sungguh konfilknya yang ada membuat gue harus membaca dengan lebih teliti. Meskipun memang ada beberapa bagian yang mungkin saja bagi sebagian pembaca terlalu vulgar. Tapi menurut gue sih justru ini cerita yang asyik. Tak selamanya cerita cinta hanya sebatas menye-menye belaka. 

Kisah yang disajikan oleh Eka Kurniawan sangat berbeda dengan yang disajikan penulis yang lain. Sang penulis menghadirkan dengan baik dan detil dari setiap latar belakang para tokohnya. Meskipun si tokoh hanyalah seorang preman kampung. Atau bahkan hanya seorang tangan kanan yang berkhianat. Gue bisa merasakan para tokoh itu seakan benar-benar hadir di desa Halimunda dan menimbulkan sejumlah masalah disana. 

Tiap bagian cerita seperti sudah disusun sedemikian rupa. Sehingga gue selalu terkejut dengan setiap fakta baru yang diberikan. Dari siapa sebenarnya ayah-ibu si Dewi Ayu. Maman Gendeng yang tergila-gila dengan kisah seorang putri cantik jelita tapi akhirnya menikah dengan anjing. Hingga sebuah tugas Maha Penting yang diemban oleh Dewi Ayu yang hidup kembali. Novel ini sangat bagus buat yang ingin belajar membuat alur cerita yang menarik dengan ending yang tak terduga.

5 komentar

March 6, 2018 at 7:35 AM Delete comments

Wah ngeri baca bukunya perlu tenagabekstra buat memahami ceritanya

Reply
avatar
March 7, 2018 at 3:21 AM Delete comments

judulnya berat kak, aku suka yang hiburan aja, ngakak , nostalgia gie

Reply
avatar
March 7, 2018 at 8:32 AM Delete comments

baca novel ini bertahun-tahun lalu dan sukses dibuat terbengong-bengong sama gaya menulis penulisnya. Sayangnya novel ini masuk genre dewasa ya

Reply
avatar
March 7, 2018 at 3:46 PM Delete comments

buku Eka Kurniawan emang bagus2, yang ini aku belum sempat baca padahal buku ini udah lumayan lama ya terbitnya

Reply
avatar
March 8, 2018 at 9:11 AM Delete comments

Aku belum baca bukunya.. kayaknya menarik untuk dibaca..

Reply
avatar