8/03/2017

Dilema antara aku, saya, atau gue.

Tags

Postingan ini adalah postingan terlama yang asyik nongkrong di kolom draft. Bukan cuma dilema untuk memilih aku, saya atau gue. Tapi dilema juga karena tak tahu apa yang akan dituliskan. Ha ha ha. Setelah browsing ke google, ternyata tak sedikit postingan yang isinya kurang lebih sama dengan apa yang pengen gue ketik. Dan rata-rata mereka juga sama, merasa bingung kata ganti pertama apa yang enak untuk digunakan di blognya. Apalagi nantinya kalau blognya terkenal pasti yang dikenang oleh orang-orang adalah ciri khas dari blog miliknya.
Sebenernya sih mau pakai aku, saya atau gue, semuanya sama. Yang berbeda hanya warna bahasanya. Yap, akan sangat berbeda warna bahasa yang ditangkap oleh para pembaca. Belum lagi ketika berhubungan dengan 'mood' si penulis. Tentunya menggunakan bahasa yang sesuai dengan maunya hati pasti akan sangat berbeda hasilnya. Kayak hubungan yang memang pilihan dari hati dengan yang dijodohin pasti beda banget rasanya kan? He he.

Hem, enaknya dibahas secara serius atau gimana yah. Santai aja deh, siapa tau gue bisa menemukan inspirasi. Jadi bisa memantapkan hati ini, enaknya pakai aku, saya atau gue. Eh, tadi kayaknya aku pakai gue deh. Padahal, mau ngetik saya. Kenapa malah aku yang terketik bukannya gue. Apa salah saya? Gimana udah puyeng belom? Ha ha ha.

Yap, yang paling membedakan dari ketiga kata ganti pertama tersebut adalah aura dari pengucapannya atau efek ketika kita membacanya. Akan sangat berbeda sekali ketika seorang pembicara menggunakan salah satu dari ketiga kata ganti pertama tersebut. Ketika seorang pembicara menggunakan kata 'saya' tentunya akan terasa berwibawa. Jika memakai kata 'aku' seakan-akan kita sedang mendengar seseorang yang sedang menceritakan kisah hidupnya ataupun pengalaman yang pernah dialami. Tapi, jika menggunakan kata 'gue' terdengar agak angkuh, seakan ada yang ingin ditunjukkan dari si pembicara namun terdengar bersahabat. (Bener gak sih, maap kalo salah, ha ha)

Menurut penulusuran gue di google sih kata ganti 'gue' itu berasal dari warga Betawi. Namun, ada sejarah yang lebih panjang kalau mau dibahas. Nanti dibahas di postingan yang lain ya. Sebenernya sih, awal mula populernya postingan yang menggunakan kata ganti 'gue' itu semenjak populernya curhatan Raditya Dika di blog hingga akhirnya dicetak menjadi buku, kemudian dibuat versi filmnya. Itu menurut pandangan gue aja loh. Kalau punya pendapat lain silahkan ditaruh di kolom komen.

Selain aura yang ditangkap berbeda. Ketika membaca tulisan yang menggunakan salah satu dari ketiga kata ganti tersebut, rasanya pun juga berbeda. Buat kalian yang sering melakukan Blog Walking pasti paham dong. Ketika mampir ke blog yang isinya berupa tutorial ataupun sharing ilmu, kebanyakan mereka menggunakan kata 'saya'. Jadi terasa cukup serius ya ketika membacanya. 

Sementara itu ketika membaca tulisan blogger yang memakai kata ganti aku. Akan terasa seperti sebuah catatan curahan hati. Terasa lebih intens atau dengan kata lain ada koneksi dengan tulisan yang kita baca. Nah, ketika membaca tulisan blogger yang memakai kata ganti 'gue' akan terasa sesuatu yang seru. Kayak lagi ngobrol sambil ngopi ngegosip siapa lagi artis yang bakal cerai. Ha ha ha.

Maka dari itulah, gue memilih kata 'gue' sebagai basic kata ganti di setiap postingan. Ya, biar terasa lebih santai aja sih. Tapi kalau di postingan yang agak serius (ada duitnya, ha ha) ya menyesuaikan. Kalau lo gimana? pilih aku, saya atau gue?

1 komentar so far


EmoticonEmoticon