11/11/2016

Curhat penulis : lagi gak mood nih!

Yap yap, gue sendiri sebenernya lagi bingung mau nulis apa. Mau ngebahas apa, temanya apa, poin-nya apa. Entahlah. Awalnya sih cuma ikut-ikutan supaya bisa ikut bangkit dengan kegiatan yang sudah mulai lama terlupakan. Menulis. Mau dibilang penulis, gue jarang banget posting tulisan. Walaupun ada beberapa sih yang gue celotehkan di akun sosmed. Dulu sih, pengen banget bisa nulis novel, atau cerpen-lah, atau cerita super pendek-lah. Tapi malah nyasar ke dunia penulisan skenario, gak jauh banget sih nyasarnya masih sama-sama dunia khayal kemudian dituliskan. 

Tantangan ini muncul dari grup WA Blogger FLP, kalau nggak salah, yang ngasih ide ini kang Ali Muakhir. Itu loh, penulis buku anak yang karyanya banyak banget. Dengan niat iseng supaya ketularan semangat menulisnya, gue mengajukan diri untuk ikut. Tapi apa yang terjadi? Sampai tenggat deadline wajib posting. Tulisan gue belom juga tampak bentuknya. Semua ini salah mood, Kenapa dengan si mood? Apa salahnya? Entahlah...


Gue pun mencari arti mood di google, soalnya kalo ke perpus udah kemaleman. Belum lagi harus daftar ke-anggota-an perpus, ribet. Kata om google, yang dikutip dari banyak blog orang. Mood adalah keadaan emosional yang bersifat sementara, bisa beberapa menit sampai beberapa minggu. Mood biasanya memiliki nilai kualitas positif atau negatif. Dengan kata lain, orang hampir selalu membicarakan salah satu dari kualitas mood yaitu mood baik (good mood) atau mood buruk (bad mood).

Kurang lebih begitulah arti secara umumnya. Setiap dari kalian pasti punya arti mood yang berbeda-beda. Kayak gue, meng-artikan 'gak mood' yang gue rasakan saat ini adalah 'pikiran yang kacau'. Kenapa kacau? Nah ini, bakal panjang urusannya, nanti kalian bosan membaca tulisan ini kalau gue bahas pikiran gue yang sedang kacau. Jadi, kita bahas soal 'bisa nggak sih tetap menulis (berkarya, bekerja, atau apapun itu) walau sedang gak mood?'. Tentu saja bisa, dan harus. Kenapa? Karena kamu udah digaji (untuk karyawan) karena kamu harus tetap eksis (untuk public figur) karena kamu nggak boleh diem ditempat (untuk kalian yang ingin menjadi lebih baik). 

Terus, bagaimana mengatasi keadaan 'gak mood-nya'. Ya... lakukan aja apa yang harus kalian lakukan. Misal, kamu penulis, lagi nggak mood untuk nulis? Ya... Tulis aja kalau kamu lagi nggak mood. Atau bikin cerita tentang seorang cewek yang lagi 'ga mood' buat melakukan apapun. Atau, kamu seorang karyawan, lagi nggak mood berada lama-lama di kantor? Ya... Kerjakan apapun yang bisa bikin kamu sibuk dan lupa kalau sedang ada di kantor, tapi selalu ingat jam pulang.

Postingan ini gue tulis dengan tersendat-sendat.Ya, karena memang nggak tau mau nulis apa, bahas apa, temanya apa, poinnya apa. Semua ini gara-gara kata 'gak mood' sudah mengganggu hampir keseluruhan isi kepala. Yap, kalau merujuk kembali ke arti mood di paragraf sebelumnya. Mood sangat berhubungan sekali dengan keadaan hati. Dan pikiran itu sangat mudah sekali digoyahkan oleh hati. Misal, kamu udah bertekad di dalam hati untuk melupakan si mantan. Tapi, seringkali pikiran kamu berkhianat dengan kembali mengingat masa indah kalian dulu. Gagal deh niat untuk move-on nya. Jadinya, baper lagi deh. Hahaha.

Kurang lebih begitu, kalau kamu lagi 'gak mood' coba ditelusuri isi pikiranmu sendiri. Kira-kira ada apa ya yang mengganggu kondisi hati ini. Kayak yang gue lakukan saat ini. Gue tau apa yang mengganggu pikiran ini sampai akhirnya 'gak mood' buat ngelakuin apapun. Tapi, mau sampai kapan 'gak mood' nya. Roda kehidupan akan terus berputar, nggak perduli kamu lagi 'gak mood' atau nggak.

4 komentar

Gak mood nulis tapi dapur tetap ngepul nggak apa sih hehe

Lagi gak mood aja bisa menghasilkan tulisan. Apalagi kalau lg mood. 😄

http://www.ayanahenna.com/?m=1


EmoticonEmoticon