5/27/2016

Super Hap : Komedi satir tentang lip sync

Sebenernya film ini diproduksi sudah cukup lama. Dari data yang beredar di internet film ini diproduksi tahun 2008. Berarti gue termasuk penonton yang terlambat yak? Tujuh tahun kemudian gue baru nonton ni film. Film ini bercerita tentang dua sahabat yang memiliki perbedaan yang sangat jauh. Yang satu tinggi, putih, ganteng tapi punya suara kayak curut kegencet pintu. Sementara yang satu lagi pendek, hitam, jelek tapi punya suara yang bagus dan pandai membuat lirik lagu. Teung yang awalnya bekerja sebagai operator di sebuah kantor layanan nada sambung. Harus dipecat karena bukan bekerja dengan baik, Teung malah mempromosikan lagunya sendiri. Sementara itu Tom yang merasa dirinya sangat pandai nge-dance harus gagal karena gaya dance-nya gak ada bagus-bagusnya sama sekali. Ditambah Tom yang terjerat hutang segera mencari Teung untuk mendapat pinjaman.


Singkat cerita, sepertinya Tom dan Teung sudah bersahabat sejak lama. Mereka sudah mengerti kekurangan salah satu dari diri mereka. Ketika sedang mencari pekerjaan di sebuah cafe mereka malah diberikan ide untuk berpura-pura menjadi penyanyi lip sync. Apalagi dulu ketika masih kecil mereka sudah pernah melakukannya. Gaya komedi film-film thailand sangat asyik buat ditonton. Teori mematahkan sebuah fakta dalam berkomedi sangat diterapkan di dalam film-filmnya. Apalagi ditambah aksi pemainnya yang jempolan. Dari ide ceritanya saja sudah mengundang tawa. Ada orang ganteng tapi suaranya ancur. Disandingkanlah dengan tokoh yang jeleknya bikin kita bilang amit-amit tapi suaranya aduhai, dan lagunya ciptaannya menyentuh hati.


Awalnya mereka berdua nggak percaya kalau ide untuk lip sync itu bakal berhasil. Tapi pas secara nggak sengaja dicoba di tangga apartemen dengan cara menggoda dua gadis seksi. Mereka pun yakin kalau mereka berdua bisa menjadi orang terkenal. Teung pun memperlihatkan lagu hasil karyanya. Tom yang terpesona dengan nadanya jadi iseng mencoba merekamnya, dengan dirinya berakting seperti sedang menyanyikannya. Lalu, menguploadnya ke sebuah situs musik. Kisah mereka akhirnya bisa masuk label musik Double Dream pun seperti sebuah keajaiban. Perusahaan Double Dream yang hampir bangkrut karena ditinggal artis yang sebelumnya, secara ajaib mendapat suntikan dana untuk operasional. Sebenarnya sih bukan itu alasan utamanya, tapi karena Kaew yang nantinya jadi pacarnya Tom dititipkan oleh bapaknya untuk belajar dan bekerja perusahaan label musik tersebut.


Ngeg terpesona dengan lagu yang tak sengaja diputar ketika dirinya dicecar oleh seorang wartawan segera menghubungi Tom dan Teung. Seakan-akan mendapat kesempatan emas, Teung dan Tom memanfaatkannya dengan sangat baik. Ya, mereka memang sangat-sangat cerdas dalam memanfaatkan situasi. Hahahaha. Pada saat wawancara dan juga penandatangan kontrak, rahasia mereka berdua terbongkar. Ngeg yang merasa sudah dibohongi pun uang yang sudah diberikan untuk dikembalikan. Tapi apa daya uangnya sudah habis, termasuk uang sisa yang lainnya. Ditengah keadaan frustasi, Ngeg mendapat fakta baru dari Kaew kalau lagu ‘Touch My Heart’ menjadi trending topic di dunia internet. Dengan mengambil resiko, Mereka berempat yaitu Salee, Ngeg, Tom dan Teung membuat konspirasi untuk tidka membocorkan ke siapapun kalau mereka berdua itu lip sync.


Tom dan Teung pun merasakan hidup mereka berdua berubah drastis. Dari yang tadinya nggak punya uang sama sekali. Mendadak jadi golongan high class yang kerjaannya party, party, dan party. Disaat seperti itulah, sebuah ujian muncul menguji ikatan persahabat mereka. Teung yang mendapat fakta kalau lagu hasil karangannya begitu amat dicintai oleh seorang penggemar. Menyesal karena bukan dirinya yang berada di atas panggung. Eew sebagai seorang penggemar dan juga yang membuat website tengan Tong Lee Hei, bertanya-tanya apakah Tong Lee Hei menciptakan lagunya sendiri. Karena kalau memang dirinya sendiri (maksudnya si Tom) yang membuatnya, dia pasti seseorang yang begitu lemah lembut dan juga romantis. Teung hanya tersenyum-senyum mendengarnya. Sementara itu di ruangan pesta, Tom kedatangan Lucy yang merasa ketenarannya tersingkirkan karena kemunculan Tong Lee Hei. Tom ditantang untuk menyanyi disaat itu juga. Padahal disaat itu Teung tak terlihat dimana-mana. Tom yang merasa kesal karena diejek oleh Lucy, hampir saja keceplosan untuk bicara dengan suaranya yang aneh. Beruntung Kaew segera menolongnya.

Kesimpulan.

Film ini cukup asyik untuk mengusir kebosanan kalian. Walaupun komedi yang ada nggak terlalu bikin gue sampe ngakak (mungkin ada dari kalian yang ngakak sampe guling-guling) film ini asyik buat ditonton sampai habis. Banyak juga pesan-pesan baik yang terselip di film ini. Seperti, sebaiknya kita menjadi diri kita apa adanya ketika di scene Tom melihat Kaew tanpa riasan emo-nya. Dan juga, persahabatan itu seperti sepasang senda jepit yang saling melengkapi. Tanpa salah satunya, apalah gunanya si sendal jepit itu. Lagunya pun asyik di dengar, buat kalian yang lagi belajar bahasa Thailand bisa dipake tuh buat latihan.


Genre : Komedi, Musikal
Sutradara : Pisuth Praesaeng-Iam
Pemain : Rattapom Tokongsap, Kiatisak Udomnak, Naowarat Yuktanan, Achita Sik-kamana, Sripan Cheunchombul


EmoticonEmoticon