4/19/2016

Day 7 : Kerja, kerja, dan kerja.

Belakangan ini gue lebih banyak cuma guling-guling di kamar. Yak, biasanya gue yang berprofesi sebagai freelance akan keluar rumah sejam sampai tiga jam aja seharinya. Sisanya lebih banyak di rumah. Kebetulan di awal tahun kemarin ada kerjaan menulis skenario untuk striping sinetron. Alhamdulillah, waktu yang biasanya luang menjadi terisi. Selain itu, sering juga ada kerjaan tambahan dari tempat gue freelance. Sehingga di awal tahun kemarin itu gue ngerasa padet banget.

Keadaan berubah 360° saat program freelance itu berhenti karena memang programnya sedang off. Sebelumnya, proyek menulis skenario dibungkus secara tidak terduga. Wal hasil saat ini gue nganggur senganggur-nganggurnya. Terlintas untuk mulai lamar kerja sana-sini lagi. Namun, tiba-tiba terlintas nggak enaknya kerja full time yang dulu pernah dijalani. Belum lagi harus beradaptasi lagi dengan lingkungan yang baru. Bukannya gue nggak mau kerja di kantoran lagi sih. Hanya saja, saat ini gue udah cukup nyaman untuk bekerja secara freelance. Apalagi kalau usaha kecil-kecilan yang dibangun bisa mulai menghasilkan.

Kurang lebih, selama dua tahun gue udah pernah ngerasain kerasnya dunia perkantoran. Ngerasain dari anak magang akhirnya pegawai kontrak. Hingga akhirnya diangkat lagi jadi pegawai tetap. Gue juga ngerasain, bedanya kepemimpinan yang bener sama yang bisanya cuma nyalahin bawahan. Yap, gue resign karena merasa tekanan kerja udah nggak sesuai sama gaji yang dibayarkan. Walaupun, mau resign aja lumayan repot karena kepala bagian keuangan nggak setuju. Pasalnya gue udah tau semua detail kerjaan staff HR, semntara itu belom ada penggantinya. Hahaha. Emang ada unsur sengaja sih. Abisnya gue kesel banget sama atasan gue.
Mungkin kalian sering mendengar bukan dengan istilah 'PASSION'? Yap, pasti udah sering dengerlah. Apalagi di era modernisasi. Dulu, pas gue masih SD belum pernah denger tuh sama istilah passionpreneur ataupun socialpreneur dan pekerjaan lain yang berlandaskan keinginan terbesar si pembangunnya. Tapi di era yang mulai serba digital ini, kita semua pasti menemukan pekerjaan-pekerjaan dengan penyebutan yang baru. Kalau ditanya passion gue apa, gue juga bingung. Passion yang sering diartikan 'dorongan hati atau sering juga diartikan hal yang paling disukai' mebuat gue bingung. Pasalnya banyak banget yang gue suka. Baca komik suka, jadi kepikiran untuk membuat komik kecil-kecil. Baca novel atau cerpen juga suka, profesi yang cocok jadi penulis. Jalan-jalan juga suka, pengen jadi traveler aja deh. Yang paling penting sih, aku suka kamu... iya, kamu... 

Untuk saat ini sih, gue sedang mencoba menseriusi hal yang kebetulan sudah sempat gue pelajari. Kayak jadi penulis Skenario. Kebetulan gue sudah pernah mengikuti beberapa kursusnya, bahkan sudah pernah merasakan 'heboh' nya ketika masuk menjadi tim penulis skenario sinetron. Dan, sesuai dengan judulnya... satu-satunya cara untuk mencapai tingkat kesuksesan adalah dengan cara kerja, kerja, dan berkerja. Karena tak ada satu puncak pun yang dan dapat diraih hanya dengan berdiam diri. Termasuk puncak bukit kembar.

1 komentar so far

ajarin cara nulis skenario sinetron dong om? :D


EmoticonEmoticon