4/13/2016

Day 6 : Kuantitas atau Kualitas?

Belakangan ini gue sedang dibingungkan dengan hal yang sebenernya gak perlu dibingungkan. Karena sebenarnya hal yang dibingungkan tersebut bukan hal yang seharusnya dibingungkan. Apalagi kalau sampai membingungkan kalian yang membaca artikel ini. Gimana? Udah bingung belom? Kalau sudah, selamat, anda sudah membaca artikel yang gak bermanfaat. Ahahaha. Sorry. Jadi gini, gue bingung, mana sih yang lebih penting kuantitas (jumlah) atau kualitas (bagus) untuk mulai berkarya? Karena kelamaan bingungnya, sampai saat ini belum banyak karya yang gue hasilkan. Yah, ujung-ujungnya tulisan curhat kayak gini lagi.

Mungkin kita bisa mengambil contoh dari dua penulis yang sudah terkenal di Indonesia. Untuk soal kuantitas siapa sih yang nggak kenal dengan nama Tere Liye. Yap, Tere Liye adalah nama pena dari om Darwis. Kabarnya sih, buku beliau yang sudah naik cetak berjumlah 23 buku. Wow. Dan beberapa buku menjadi best seller. Buku Rindu, Bumi dan Bulan ada tiga judul buku yang sudah gue baca. Masih banyak sih bukunya yang kepengen gue baca. Tapi apa daya, giliran pas ada duitnya gue lupa mau beli. Giliran pas duitnya udah abis, nggak sengaja ngeliat buku yang kepengen dibeli. Dunia itu terkadang memang tidak adil.

baru baca tiga bukunya, Rindu, Bumi dan Bulan

Kita memang tidak bisa membanding-bandingkan. Karena mungkin saja setiap orang mempunyai metode yang berbeda dalam berkarya. Tere Liye bisa dianggap sebagai contoh penulis yang memenuhi kuantitas mumpuni. Sementara untuk penulis yang mempunyai kualitas baik adalah Andrea Hirata. Kenapa gue memilih Andrea Hirata? Liat aja disampul belakang buku Ayah karangan terbarunya. Dibelakangnya ada banyak versi bahasa dari bukunya Laskar Pelangi. Wow. Bahkan beliau dapat beasiswa untuk belajar nulis lagi coy, di jerman kalau nggak salah. Mantap.

baru baca tiga juga, Laskar Pelangi, Padang Bulan dan Ayah
Jadi begitu, pilihan antara Kuantitas sama Kualitas menjadi pilihan kalian sendiri. Yang paling penting konsisten kali yah? Hahaha, gue masih ragu gini yak? Harap maklum, gue bukan motivator yang bisa meyakinkan kalian untuk memilih satu dengan pasti dan yakin. Tapi, kalo dipikir-pikir, buat pemula kayak gue dan elu, sepertinya kuantitas adalah pilihan yang tepat. Lewat blog ini gue juga berlatih untuk terus dan terus menulis. Yah, walaupun hasilnya masih ala kadarnya.


EmoticonEmoticon