3/02/2016

Day 2 : Pelajaran

Apapun yang dilakukan harus KONSISTEN. Ya, bisa dibilang gue adalah orang belum mampu untuk ber-konsisten-si. Padahal mah, kalo aja gue bisa konsisten. Bukan tidak mungkin saat ini gue sudah cukup mahir untuk menjalani profesi sebagai penulis skenario. Gue sendiri belajar menulis skenario sudah mulai dari tahun 2013. Sebelumnya sudah pernah cukup aktif menulis di tahun 2014. Walaupun sayangnya sempat terhenti karena gue tidak fokus untuk mengerjakannya. Kalau lo mau tau penyebabnya adalah tidak lain dan tidak bukan yaitu "GALAU".

Selain galau ada permasalahan lain yang bisa dibilang cukup serius mengganggu niatan hati ini untuk ber-konsisten-si, yaitu "MALAS". Contohnya ya postingan My1000Days ini. Seharusnya, kalau mengikuti kebiasaan pada umumnya. Yang namanya catatan harian ya harus di posting setiap harinya. Tapi yang terjadi sungguh diluar perkiraan para pemirsa. Kalau dilihat dari tanggal postingan pertama "Day 1" itu diposting tanggal 15/02/16 (Senin). Itu artinya kurang lebih sudah dua minggu berlalu dari jadwal gue harus buat postingan selanjutnya. Yah, begitulah kehidupan (apa hubungannya coba).

Sebenernya gue ini sedang bersedih, karena project yang rencananya gue 'share' dalam postingan My1000Days ini baru saja berhenti mendadak. Ya, sinetron Siapa Suruh Datang Jakarta harus dibungkus sebelum keseluruhan ceritanya selesai ditayangkan. Rating masih menjadi raja di setiap pertimbangan stasiun televisi (terutama Indonesia) apakah suatu acara/sinetron itu memiliki masa hidup yang panjang, atau dibunuh seketika. Tayang di hampir setiap tengah malam membuat Siapa Suruh Datang Jakarta (SSDJ) jauh dari mendapatkan rating yang bisa dibilang bagus. Ya iyalah, siapa juga yang tahan nonton di jam 22:35 (baru mulai) bahkan kadang seringnya lewat. Yang ada penonton malah jadi tontonan, karena ketiduran.


Yap, SSDJ akhirnya ditutup di episode ke 39. Padahal gue pernah berniat kalau sampai di episode ke 50 mau bikin party kecil-kecilan (halaaahh). Nasi pun sudah menjadi bubur, mau protes pun tak berguna. Tapi, alhamdulillah-nya, selama bergabung dengan tim penulis SSDJ. Gue sendiri mendapatkan banyak sekali ilmu baru. Terutama soal konsistensi dan fokus. Ya iyalah, kalau lo nggak bisa fokus dan konsisten. Bagaimana bisa menghasilkan karya? (kita belom ngomongin soal kualitas ya).


Nah, foto diatas adalah di episod dan di scene berapa saja gue kebagian garapnya. Lumayanlah ya, untuk sebuah langkah awal. Hehe. Sebetulnya saat ini juga gue sedang kedapatan amanah untuk menggarap skenario yang lain. Kalau di sinetron (striping) itu ada script editor yang ngawasin kualitas tulisan. Nah, kalao yang skenario buat film pendek ini. Diri gue sendiri yang harus bisa menghasilkan dan juga mengawasi karya yang dilahirkan. Kita bahas di next postingan yaaa...


EmoticonEmoticon