8/04/2017

Fantastic Beast : Fantastic Imagination from JK. Rowling

Sejak awal kemunculan berita akan ada lanjutan petualangan sihir dari JK. Rowling gue langsung penasaran. Akankah petualangan selanjutanya bisa lebih seru dari yang sebelumnya? Apalagi di akhir cerita Harry Potter muncul anak-anaknya yang lebih muda. Apakah ini kisah lanjutannya? Ternyata oh ternyata… Ha ha ha.

Gila, selama nonton gue nggak bisa berkedip. Walau memang diawal cerita berjalan agak lambat. Sepertinya ada banyak informasi yang memang harus diberitahukan kepada pencinta karya JK. Rowling. Salah satu yang terpenting adalah, film ini akan mengisahkan cerita beberapa tahun sebelum petualangan Harry Potter dan kawan-kawan dimulai.


Tak seperti cerita sebelumnya, kali ini judul filmnya tak lagi memakai nama si tokoh utama. Melainkan dari imajinasi terliar JK. Rowling itu sendiri. Fantastic Beast atau kalau diartikan semau gue, artinya adalah monster yang fantastis (tak terbayangkan). Dan memang sejak awal film gue sendiri udah dibuat bengong saat lihat hewan kecil yang bentuknya kayak tikus tanah tapi punya kantong yang sepertinya tak terbatas buat ngumpetin benda berkilau. Kira-kira ada yang jual nggak yah, mau gua beli. Dari pada miara tuyul. Ha ha ha.

Sebenernya, petualangan Newt Scamander yang diperankan dengan baik oleh Eddie Redmayne terjadi tanpa disengaja. Ya, tujuan Newt sendiri dia mengaku mau membeli hewan magic di New York kepada Tina (Katherine Watherston). Namun yang terjadi justru sebaliknya. Karena hewan pengerat kecil yang doyan benda-benda mahal terlepas dari koper ajaib milik Newt semua rencana pun berantakan.

Hal menarik lainnya dari seri baru JK. Rowling kali ini adalah terlibatnya No-Maj alias No Magic atau dengan kata lain orang biasa di dalam kisah magic. Tak seperti di serial Harpot, dimana orang biasa hanya menjadi pengantar kisah. Bahkan menjadi bahan olokan karena kita tahu kalau Hermione salah satu orang tuanya adalah orang biasa. Dan tokoh Jacob yang diperankan oleh Dan Fogler benar-benar menjadi penyeimbang yang manis. Ya, kalau kisah magic doang sih udah biasa, nah kalau ada orang biasa di dalam kisah magic? Wow, ini baru seru.

Satu hal lagi yang bikin gue terpukau dengan seri perdana dari petualangan Newt Scamander adalah kemunculan si aktor seribu peran. Haha, agak lebay sih kalau dibilang seribu peran, soalnya, kayaknya belum sampe seribu deh peran yang dia mainkan. Nest potingan kita bahas ya gaes. Udah tau kan siapa? yak, kali ini dia berperan sebagai si penyihir hitam Gellert Grinderwald. 

Di film ini juga muncul simbol Deathly Hollows, semoga di film selanjutnya kita akan diceritakan bagaimana awal kemunculan simbol ini. Oya, satu lagi yang nggak kalah menarik perhatian adalah kemunculan Ezra Miller yang berperan sebagai Credence. Sungguh akting yang memukau. Sangat wajib ditunggu kelanjutan kisahnya.

Kong | Skull Island : The Next Level of Kong Battle

Yeah, akhirnya muncul lagi film perang antara manusia dengan monster. Kayaknya manusia nggak cukup dengan lawan sesama manusia. Ha ha. Menggunakan setting di zaman perang dunia (berapa yak, lupa, he he), banyak negara juga berambisi untuk menjelajah tempat baru, diiringi keinginan untuk menjajah juga pastinya. Bill Randa terobsesi untuk memetakan sebuah pulau yang tertangkap kamera satelit. Sadar dengan bahaya yang akan dihadapi, Bill meminta juga perlindungan dari tentara terlatih. Apa yang akan mereka hadapi sebenarnya?


Baru juga film dimulai penonton sudah disuguhkan aksi memukau efek CGI. Ditemani musik yang begitu menggelegar membuat suasana bioskop terasa menegangkan. Bom yang katanya hanya untuk mengetahui apakah ada rongga dibawah pulau itu. Namun yang muncul malah sang monster yang merasa terganggu ketenangannya. Anak buah jendral Preston Packard pun dihajar habis olehnya. Dendam kesumat itu pun muncul, keinginan untuk membunuh sang monster membuat sang jendral tak rela mati sebelum menghabisinya. 

Namun, petualangan tak habis sampai disana saja. Mereka harus terbagi menjadi beberapa kelompok. Untuk orang yang berpikiran normal pastinya ingin kembali dan pergi menjauh dari pulau itu. Tapi tidak bagi sang jendral, ada salah satu anak buahnya yang selamat dan didekatnya ada banyak senjata yang bisa digunakan untuk menghajar balik sang monster. Tapi mungkinkah? Yang terjadi sungguh diluar dugaan, sang tentara yang sendiri itu pun mati karena monster buas yang lain.



Sebenernya ada berapa banyak sih monsternya? Atau jangan-jangan sekelompok manusia itu justru malah masuk ke kandang monster? Bagitulah bahaya efek penasaran. Ha ha ha. Walaupun, kalau nanti mereka bisa kembali akan ada kisah menggemparkan bagi seluruh penghuni bumi yang lain. Dan pastinya mereka akan menjadi sangat terkenal. Akan tetapi? Apakah sepadan dengan resikonya?

Terjebak diantara monster yang sedang sibuk bertarung mempertahankan daerah kekuasaannya. Membuatnya para manusia ini berjumpa dengan masyarakat asli pulau itu. Rupanya sang Kong dianggap dewa oleh masyarakat sekitar karena sudah melindungi mereka dari monster yang berusaha menghabisi mereka. Jadi siapa sebenarnya yang bersalah? Sebuah fakta terungkap kalau bom yang mereka jatuhkan justru memancing monster pembunuh yang lebih besar dan lebih buas. Akankah para manusia ini justru menjadi kawan Kong untuk menghabisi kadal pembunuh itu atau justru menjadi sekutu untuk membunuh sang dewa?


Semua tokoh bermain dengan sangat baik di film ini. Kecuali satu orang. Yak, siapa lagi kalau bukan si tokoh dokter. Sumpah, dari awal kemunculannya yang bikin gue bilang ‘wow’ di dalam hati dengan kecantikan khas asia. Tidak dibarengi dengan akting yang ciamik atau pun dialog-dialog yang ikut meramaikan isi cerita. Si Dokter yang diperankan oleh Tian jing seakan Cuma sebagai pemanis di film monster vs monster ini.

8/03/2017

Now You See Me 2 : Mata dibalas mata.

Ketika tahu berita tentang sekuelnya bakal dibuat, gue langsung bikin catetan. NYSM 2 harus gue tonton! Yap, NYSM 1 aja segitu serunya apalagi sekuelnya (semoga). Dan hari itu pun tiba, kayaknya iklannya nggak terlalu booming kayak film superhero yah. Tapi nggak apa-apalah, toh pecinta franchise film ini juga cukup besar. Ketika gue nonton juga cukup banyak penontonnya, hampir setengah studio XXI terisi. Dan, melanjutkan dari kisah film di sebelumnya. Masih ada hubungannya dengan kematian Lionel Shrike, ya iyalah kan si Dylan Rhodes anaknya doi. Makanya, buat kalian yang belum nonton film pertamanya. Ada baiknya nonton dulu biar nggak bingung sama jalan ceritanya.

Di awal sebelum nonton film ini, gue sudah berasumsi kalau NYSM 2 adalah pertarungan antara Dylan dengan Four Horsemen versus Thaddeus Blake yang dipenjara karena Dylan. Ternyata bukan, Ketika The Four Horsemen mau membongkar sebuah kejahatan (yang mereka anggap kejahatan, karena si pelaku hendak mencuri privasi orang lain) justru merekalah yang dibongkar habis-habisan. Dari kebohongan soal Jack Wilder yang dikira sudah mati. Sampai terbongkarnya siapa sebenarnya si Dylan Rhodes. Wow, keren juga nih ceritanya. Cerita menjadi semakin rumit ketika The Four Horsemen secara tiba-tiba berada di China. Yap, padahal mereka cuma masuk ke dalam pipa yang sebelumnya sudah mereka rencanakan. Sebuah trik sulap pun dibongkar oleh Walter yang diperankan Mr. Harry Potter alias Daniel Radclife.


Sebenernya gue agak bingung, si Walter ini diceritakan seorang magician yang dulu juga pura-pura mati di hadapan penontonnya. Tapi sayang sekali nggak ada secuil penampakan yang menampilkan tentang si Walter ketika beraksi menjadi magician (atau mungkin maksudnya dia berperan jadi Harry Potter ?). Di film ini juga diceritakan kalau Walter adalah seorang techno freak (penggila teknologi) tapi, lagi-lagi sedikit sekali penampakan doi sedang mengotak-atik teknologi yang ada. Hanya tugas yang diberikan kepada The Four Horsemen lah yang menunjukkan kalau Walter sangat menginginkan teknologi tersebut. Dan satu lagi kejutan yang muncul, Walter adalah anak dari promotor yang dulu dikuras habis-habisan oleh Four Horsemen. Jalan cerita film ini pun mulai tampak jelas.

Mungkin teman-teman sudah banyak membaca hasil review yang lain. Ya, gue sendiri sependapat. Kalau film ini terlalu banyak menggunakan efek CGI dibandingkan dengan trik sulap seperti di film pertama. Memang sih, itu atraksi sulap se-heboh dan se-megah itu kayaknya agak mustahil deh. Bahkan, untuk masyarakat awam yang nggak paham apa itu sulap pasti bakal langsung sadar kalau sebagian besar efek di film ini bukanlah efek magis yang asli melainkan efek CGI.

Tapi buat gue yang memang suka dengan twist dari cerita para magician ini, bisa gue bilang cukuplah. Meski aksi sulapnya nggak sebagus film yang pertama. Mungkin karena sutradaranya diganti kali yah. Jika film pertama disutradarai oleh Louis Leterrier, kini Now You See Me 2 mendapuk Jon M. Chu sebagai sutradara.

Ada tokoh baru di film kedua ini. Yap, pesulap ceweknya berganti menjadi lebih menggemaskan. Tapi sayang, tidak terlalu terekspos dengan baik. Sayangnya kita tak dijelaskan kemana perginya si karakter Hanley Reeves. Setelah satu tahun bersembunyi mereka pun akhirnya dipanggil kembali untuk sebuah aksi. Meskipun awalnya sempat tak diterima oleh Four Hoersement yang lain. Lula berhasil membuktikan kalau ia punya kemampuan yang tak kalah hebat.

Banyak aksi yang cukup bikin para penonton nggak bisa berkedip. Salah satunya adalah tantangan yang harus dilewati oleh para Horsement. Yaitu mencuri sebuah microchip disebuah perusahaan teknologi dengan penjagaan super ketat. Aksi memindahkan chip dari satu tangan ke bawah sepatu, sampai melewati jas, bahkan beha. Sungguh teramat mustahil untuk benar-benar dilakukan. Nama juga magic. He he. 

Dilema antara aku, saya, atau gue.

Postingan ini adalah postingan terlama yang asyik nongkrong di kolom draft. Bukan cuma dilema untuk memilih aku, saya atau gue. Tapi dilema juga karena tak tahu apa yang akan dituliskan. Ha ha ha. Setelah browsing ke google, ternyata tak sedikit postingan yang isinya kurang lebih sama dengan apa yang pengen gue ketik. Dan rata-rata mereka juga sama, merasa bingung kata ganti pertama apa yang enak untuk digunakan di blognya. Apalagi nantinya kalau blognya terkenal pasti yang dikenang oleh orang-orang adalah ciri khas dari blog miliknya.
Sebenernya sih mau pakai aku, saya atau gue, semuanya sama. Yang berbeda hanya warna bahasanya. Yap, akan sangat berbeda warna bahasa yang ditangkap oleh para pembaca. Belum lagi ketika berhubungan dengan 'mood' si penulis. Tentunya menggunakan bahasa yang sesuai dengan maunya hati pasti akan sangat berbeda hasilnya. Kayak hubungan yang memang pilihan dari hati dengan yang dijodohin pasti beda banget rasanya kan? He he.

Hem, enaknya dibahas secara serius atau gimana yah. Santai aja deh, siapa tau gue bisa menemukan inspirasi. Jadi bisa memantapkan hati ini, enaknya pakai aku, saya atau gue. Eh, tadi kayaknya aku pakai gue deh. Padahal, mau ngetik saya. Kenapa malah aku yang terketik bukannya gue. Apa salah saya? Gimana udah puyeng belom? Ha ha ha.

Yap, yang paling membedakan dari ketiga kata ganti pertama tersebut adalah aura dari pengucapannya atau efek ketika kita membacanya. Akan sangat berbeda sekali ketika seorang pembicara menggunakan salah satu dari ketiga kata ganti pertama tersebut. Ketika seorang pembicara menggunakan kata 'saya' tentunya akan terasa berwibawa. Jika memakai kata 'aku' seakan-akan kita sedang mendengar seseorang yang sedang menceritakan kisah hidupnya ataupun pengalaman yang pernah dialami. Tapi, jika menggunakan kata 'gue' terdengar agak angkuh, seakan ada yang ingin ditunjukkan dari si pembicara namun terdengar bersahabat. (Bener gak sih, maap kalo salah, ha ha)

Menurut penulusuran gue di google sih kata ganti 'gue' itu berasal dari warga Betawi. Namun, ada sejarah yang lebih panjang kalau mau dibahas. Nanti dibahas di postingan yang lain ya. Sebenernya sih, awal mula populernya postingan yang menggunakan kata ganti 'gue' itu semenjak populernya curhatan Raditya Dika di blog hingga akhirnya dicetak menjadi buku, kemudian dibuat versi filmnya. Itu menurut pandangan gue aja loh. Kalau punya pendapat lain silahkan ditaruh di kolom komen.

Selain aura yang ditangkap berbeda. Ketika membaca tulisan yang menggunakan salah satu dari ketiga kata ganti tersebut, rasanya pun juga berbeda. Buat kalian yang sering melakukan Blog Walking pasti paham dong. Ketika mampir ke blog yang isinya berupa tutorial ataupun sharing ilmu, kebanyakan mereka menggunakan kata 'saya'. Jadi terasa cukup serius ya ketika membacanya. 

Sementara itu ketika membaca tulisan blogger yang memakai kata ganti aku. Akan terasa seperti sebuah catatan curahan hati. Terasa lebih intens atau dengan kata lain ada koneksi dengan tulisan yang kita baca. Nah, ketika membaca tulisan blogger yang memakai kata ganti 'gue' akan terasa sesuatu yang seru. Kayak lagi ngobrol sambil ngopi ngegosip siapa lagi artis yang bakal cerai. Ha ha ha.

Maka dari itulah, gue memilih kata 'gue' sebagai basic kata ganti di setiap postingan. Ya, biar terasa lebih santai aja sih. Tapi kalau di postingan yang agak serius (ada duitnya, ha ha) ya menyesuaikan. Kalau lo gimana? pilih aku, saya atau gue?

8/01/2017

GOT 07 | EPS 01 : Pembukaan season yang WOW!

Buat GOT lover pasti udah pada update dong ya. Jadi gapapa ya kalo gue sedikit (banyak deh) bocorin beberapa adegan yang bener-bener nampol. Yap, setelah season tahun lalu kita buat emosional dengan kembalinya si anak haram menjadi penguasa utara. Dan juga habisnya keturunan Lannister. Season ketujuh ini seakan-akan menggambar isi seluruh cerita. Ya, (menurut gue) season tujuh ini akan menceritakan prosesi pembalasan dendam.


Adegan pun dibuka oleh Lord Frey yang berpidato di depan seluruh keluarganya. Padahal, (disini gue mencoba mengingat cerita di season sebelumnya) Lord Frey sudah mati. Gue pun sesaat dibuat bingung dan hampir saja berkeinginan untuk menonton ulang season enam. Namun beruntung, jawabannya muncul tak lama kemudian. Si gadis kecil tomboi pemiliki pedang seperti jarum yang dinamai needle membuka jati dirinya. Dengan mudah dirinya (sendirian loh) membalaskan dendam atas kejadian ‘Red Wedding’ yang menimpa kakak dan ibunya dahulu. 

Wow, itu artinya Arya sudah sangat menguasai kemampuan seribu wajah yang selama ini diajarkan. Kalau nggak salah ingat sih, si season enam dia juga berhasil membunuh gurunya sendiri. Nanti gue tonton ulang deh. He he. Setelah berhasil membalaskan dendam kepada keluarga Frey. Bukannya menuju ke utara untuk bertemu dengan kakaknya Jon Snow, tapi dia malah menuju ke selatan. Pasti udah bisa nebak dong apa yang menjadi tujuannya. Yap, she want to kill the queen. Ini pembalasan dendam yang harus dan pasti akan dilakukan Arya. Soalnya dia ngeliat sendiri bagaimana kejamnya the queen memasung ayahnya.

Selain itu, ada lagi adegan yang bikin jatung dag-dig-dug. Apalagi kalau bukan kemunculan White Walker yang mualai pergi menuju The Wall. Bagian yang paling bikin ‘amaze’ buat gue adalah saat kemunculan raksasa yang dulu membantu Jon Snow kini bergabung menjadi mayat putih. Wow, sebenernya sih gue mengharapkan kemunculan Naga yang udah jadi mayat putih juga kayak yang muncul di poster. Tapi kan naganya belom ada yang mati. Sumpah, bikin penasaran banget buat nonton lanjutannya. 


Selain itu tak ada yang terlalu spesial. Daenerys akhirnya kembali ke rumahnya. Istana tempat dia dibesarkan. Kalau menurut gue sih gak terlalu istimewa karena kita sebelumnya tak pernah ditunjukkan seperti apa kebesar keluarga Targaryen. Yang kita tahu hanya dari cerita dari para toko yang pernah mengetahui kemuliaan keluarga Targaryen sang pengendara naga. Hingga akhirnya Targaryen yang menjadi penguasa King’s Landing di bunuh oleh king slayer. Sungguh ironis.

Ada satu peranan penting yang sedang dijalankan oleh Sam. Dan juga, ada teknik penceritaan yang sangat cantik sekali di bagian adegan Sam selama berada di Sekolah Maester. Yaitu, bagian dimana Sam harus menjalani kehidupan sehari-harinya. Sumpah, selama nonton bagian itu gue berasa mual. Gue sampai nggak bisa membedakan mana bagian saat Sam membuang kotoran dan juga bagian saat dia memberikan makanan. Dari tempatnya sama bahkan sampai isinya. Huh! Tapi keren. Dan, yak, Sam akhirnya menemukan jawaban dimana tempat keberada Dragon Glass.

Selain itu, hal mengejutkan lainnya adalah kemunculan pelantun lagu Shape of You. Yap, siapa lagi kalau bukan Ed Sheeran. Awalnya sih gak langsung muncul begitu aja. Gue sih yakin kalau kalian mencermati. Dari awal dia nyanyi pasti bakal bikin bertanya-tanya. Ini suaranya kayak kenal nih, enak lagunya, khas aroma perang gimanaa gituh. Semoga bukan karena dia nggak mau kalah saing sama Harry Style yang juga banting setir main ke film ya. Ha ha.


Lagu yang dinyanyiin seakan menggambarkan banget episod perdana season tujuh ini. Kita coba bahas yuk.

He rode through the streets of the city
Down from his hill on high
O'er the winds and the steps and the cobbles
He rode to a woman's sigh


Bait pertamanya menjelaskan hampir semua tokoh yang memiliki kepentingan bersiap untuk turun dan berperang. Jon Snow membangun kekuatan untuk menghalau White Walker. Arya yang sudah menjalani masa penggemblengannya menuju ke selatan untuk membalaskan dendam. Dan juga The Queen yang turun bersiap dengan teror untuk kembali menjadi penguasa sebenarnya. Semuanya seakan bersiap untuk perang yang besar. 

For she was his secret treasure
She was his shame and his bliss
And a chain and a keep are nothing
Compared to a woman's kiss


Wow, mungkin kalian yang mengikuti serial GOT dari awal kemunculannya pasti sudah tahu apa yang dimaksud dengan rahasia disini. Yap, hubungan mereka juga yang membuat Bran menjadi pincang. Dan, yang paling pentingnya disini adalah si perempuan sekarang menjabat sebagai Queen of Seven Kingdom. Wah, nggak kebayang kalau si Euron tau soal hubungan haram mereka. Apa yang bakal terjadi yak. Tapi kayaknya bakal tetep menjadi rahasia sih. Soalnya semua anaknya sudah habis alias mati.

For hands of gold are always cold
But a woman's hand are warm
For hands of gold are always cold
But a woman's hand are warm


Ya, seperti yang sudah kita tahu. Si tangan emas alias si King Slayer begitu mencintai pasangan haramnya. Tak perduli dengan apapun yang terjadi ia tetap mencintainya. Namun, ini juga yang menjadi sebuah pertanyaan penting. Akankah ia akan menjadi seorang Queen Slayer? Karena kita semua tahu, apa alasan ia menjadi pembunuh The Mad King.

Larung | Tiga Babak Kematian

Wow, ketika memulai membaca buku karangan Ayu Utami ini gue berasa megap-megap. Bagian awal dari cerita (yang katanya) lanjutan dari Novel Saman begitu amat terasa padat. Imajinasi yang teramat liar dari sang penulis tergambar jelas di bagian awal kisah Larung. Tak seperti kisah Saman yang baru kita tahu penggambaran si tokoh utama di pertengahan cerita. Di novel ini kita langsung diberitahu kalau Larung mendapat tugas yang teramat berat. Dia mendapat permintaan secara tidak langsung dari ibunya untuk membunuh neneknya, meskipun sebenarnya Larung pun ingin melihat neneknya itu untuk mati saja.


BABAK I
Sebenarnya Larung tak ingin melakukannya. Membunuh seseorang adalah dosa yang teramat besar. Larung menyadari hal itu. Namun, neneknya yang sudah terlampau tua, bahkan kematian seakan enggan menghampirinya. Mendorong Larung untuk pergi mencari cara untuk menarik semua kekuatan yang menempel pada neneknya itu. Bahasa kerennya euthanasia (membunuh tanpa menyakiti) begitulah yang terjadi jika menyimpan ilmu hitam. Malaikat maut pun tak sudi melirik.

Menempuh perjalanan yang panjang, bahkan sampai menyogok tukang ojek dengan jamur yang tumbuh di kotoran kuda. Ya, kabarnya jamur yang tumbuh di kotoran kuda lebih memabukkan dibanding yang tumbuh di kotoran sapi atau kerbau. Larung pun akhirnya mendapatkan enam cupu yang nanti harus ditaruh sejajar di tubuh neneknya. Bertarung dengan perasaannya sendiri dan juga tatapan penuh arti dari neneknya. Larung pun akhirnya berhasil mengantarkan kepergian wanita tua itu. Yang tubuhnya sudah membusuk entah dari kapan. Sang nenek pun mati.

BABAK II
Kisah cinta Laila yang begitu menggebu kepada Sihar, menemukan muaranya di buku kedua ini. Tak begitu jelas apakah Laila dan Sihar akhirnya saling memadu kasih atau tidak. Tak seperti di buku sebelumnya dimana kita masih mendapatkan secara detail bagaimana dalamnya perasaan Laila kepada Sihar. Bahkan kita juga mendapatkan penjelasan kalau Laila dan Sihar sempat berdua dalam keheningan sebuah ruangan. Meskipun Sihar tak berani melakukannya kepada Laila. Padahal Laila tak begitu mengharapkannya tapi menginginkannya.

Justru di buku ini kita dipaparkan sebuah kenyataan yang sungguh ironi. Laila jatuh ke dalam pelukan Shakuntala sang penari. Ya, Tala tak mau disebut biseks, ia hanya menyukai keduanya. Hasrat Laila kepada Tala menjadi pertanda akan matinya moralitas. Tapi, apalah arti kata moral bila dihadapkan dengan dalamnya rasa yang berhulu di hati? Laila yang digambarkan alim dan taat beragama tersandung oleh hasrat terpendamnya.

BABAK III
Mereka pun akhirnya mati. Tak bisa dipastikan juga sih, soalnya di akhir kisah kita hanya diberitahu kalau Larung dan juga Saman akhirnya tertangkap. Larung ynag misterius namun mencintai negerinya dengan caranya sendiri harus berakhir di tangan seseorang yang masih satu negeri dengan dirinya. Pun, demikian yang dialami Saman. Ada kritik yang tak tertulis ketika membaca kedua novel karya Ayu Utami ini. Jika benar-benar memperhatikan, musuh dari kedua tokoh yang namanya dijadikan judul adalah orang sebangsanya sendiri.

Saman dianggap berbahaya ketika berhasil mengumpulkn sejumlah warga yang 'hanya' ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Musuhnya? bukan bangsa asing melainkan mereka yang mampu berbicara dengan bahasa yang sama. Larung, sikapnya yang misterius dianggap berbahaya  oleh orang yang hendak menyelamatkan hidupnya oleh dirinya. Sebuah ironi yang bisa saja sungguh terjadi di negeri ini.  

7/20/2017

Spiderman Homecoming : Super Hero masih magang!

Udah lewat dua minggu, boleh dong ya spoiler dikit-dikit. Yak, kecewa adalah hal yang pertama kali gue rasakan ketika keluar dari ruang bioskop. Walaupun nggak kecewa banget sih, soalnya di awal niatnya juga mau nonton si abang Tony Stark. Setelah kemunculannya di film Civil War, bahkan sampai bertempur sama Captain America. Gue penasaran banget dengan aksi si baju besi modern di film laba-laba abege.


Ini pertama kalinya gue kecewa sama film bikinan Marvel. Dan, sudah bisa ditebak! Dari trailer yang bisa kita tonton di youtube saja sudah ketahuan kalau laba-laba versi ini akan terlihat sangat canggih. Sayang sekali dan teramat disayangkan, ketika membuka suit canggih itu dalam mode video buat selfi. Duh, sebagai penggemar teknologi 3 Dimensi gue tak terpuaskan sama sekali. Sekali lagi, buat yang belom nonton jangan dulu nonton trailernya. Soalnya, semua bagian serunya ada disana. Hahaha.

Bahkan gue sempat berpikir, ini jangan-jangan sutradaranya ketuker. Dia pikir lagi syuting Deadpool padahal lagi ngarahin abege petakilan yang baru dapet barang canggih. Kenapa gue bisa bilang begitu. Oke, disalah satu scene (eh, spoiler gapapa ya, he he) ada aksi dimana si Spidey tadinya mau pamer di depan teman-temannya. Tapi, seacara tak sengaja dia malah melihat ada ledakan kecil yan berada tak jauh dari tempatnya berada. Dengan insting “ingin membuktikan kalau dia juga bisa jadi superhero” si Spidey pun pergi menuju tempat tersebut. Tapi apa yang terjadi? Karena nggak ada bangunan tinggi disekitarnya, dia akhirnya harus lari. Gimana? Miripkan sama aksi Deadpool yang pergi ke tempat musuh pakai taksi. Memang nggak mirip banget sih, kalo Deadpool kan diniatkan kalau ini si Spidey karena keadaan. Tapi konyolnya sama.


Selain itu ada lagi scene yang nggak banget. Yaitu pas dibagian Spidey ngejar si penjahat (masih sambungan yang tadi). Dimana nggak ada bangunan tinggi buat bergelayutan, akhirnya Spidey dibuat sibuk dengan nabrakin halaman rumah orang. Kok, jadi teringat sama game PS Pepsiman yak. Jangan-jangan ni si sutradara fans berat game tersebut. 

Yup, bagian paling asyik dari film Spiderman Homecoming ini menurut gue sih cuma di-upgradenya baju si Spidey. Dimana semua bagian itu sudah dibocorin di trailer. Dari baju yang bisa ngepas sendiri, terus ada robot laba-laba kecil bisa terbang, sampai asisten tempur yang mirip Jarvis. Selain itu, gue meskpun bukan fans fanatik Spidey sangat menyayangkan versi homecoming ini. Terlihat sekali Spiderman dipaksakan untuk bergabung bersama The Avenger dengan cara magang untuk Tony Stark.


Oya, satu lagi. Di dua versi Spiderman sebelumnya kita tahu kalau si jagoan awalnya marah karena Om-nya meninggal. Tapi tidak di versi Homecoming. Bahkan Uncle May tampak terlihat masih muda dan cukup seksi. Bahkan Tony Stark jadi gatel untuk menggodanya. Udah ah, entar gue spoilernya kebanyakan. Pokoknya sih, kalau yang mau update terus bagaimana jalan cerita The Avenger Marvel Universe wajib buat nonton film ini. Kalau nggak nanti kalian akan bingung dengan jalan cerita ketika masuk di film Infinity War.

Well, kalau ngelihat dari rating Imdb-nya yang mencapai angka 8 memang cukup bagus ya. Tapi dari segi cerita menurut gue sih terlalu banyak dipaksakan untuk masuk ke Marvel Universe. Padahal penampilan perdananya di film Civil War sangat bikin penasaran. 

And the last, this is question to Mr. Tony Stark.
Do you have any problem with blogger?

5/28/2017

Saman | Antara Kisah Miris Rakyat Bawah Dan Hasrat Yang Terpendam

Satu kata setelah gue selesai membaca novel ini, "BERANI". Dibalik kontroversialnya Ayu Utami yang --sepertinya senang-- mengumbar aroma seksualitas. Cerita Saman memang patut diapresiasi dengan sangat baik. Terutama tentang risetnya yang cukup mendalam. Dari soal pengeboran minyak, permasalahan perkebunan karet (bahkan sampai me-riset penyakit pohon karet dan juga cara mengatasinya) hingga penggambaran kota New York meskipun tak terlalu detail.


Di awal kisah gue sempat bingung. Karena, tak sedikit pun kata 'Saman' muncul. Gue kira akan membaca sebuah kisah dilema Laila yang begitu mencintai Sihar. Cintanya yang tak terbendung, sehingga tak perduli Sihar sudah beristri. Yang Laila inginkan hanya bersamanya, tak perduli lelaki itu ingin melakukan apa dengan dirinya. Namun, entah dilema atau apa, Sihar seperti tak mampu melakukan apa yang diinginkan hasratnya. Sungguh, membuat gemas membaca kisah mereka berdua.

Cerita pun berpindah, Sihar yang merasa perlu untuk menuntut keadilan anak buahnya yang meninggal karena kebodohan si anak pemilik pengeboran minyak itu. Laila pun dengan senang hati mengantarkan Sihar bertemu dengan Saman alias Athanasius Wisanggeni alias Romo Wis. Ya, alur cerita menggunakan teknik bolak-balik (ini istilah ngasal gue, hehe) sesaat kita diajak untuk Flash-back lalu kemudian kembali ke alur seharusnya. 

Laila yang diceritakan beragama islam, dahulu, ketika masa sekolah, begitu amat mengagumi sosok Wisanggeni. Namun, karena perbedaan agama kisah mereka tak berlanjut. Wisanggeni pun memilih menjadi seorang Pastor. Ketika sampai masa untuk mengabdi, Romo Wis meminta dengan sangat untuk bisa dikirim ke tempat lahirnya dahulu. Ada kisah yang belum usai antara dirinya dengan kampung halamannya itu. Sebuah kisah yang teramat miris juga mistis. 

Selama menjalani masa tugasnya, Romo Wis seakan ditakdirkan untuk bertemu dengan Upi si perempuan yang mengidap gangguan kejiwaan. Baru awal pertemuan saja Romo Wis seakan hendak diperkosa oleh bayangan gaib dirinya. Namun, jiwa Romo Wis yang masih murni justru menangkap hal sebaliknya. Saat masyarakat kampung ingin membiarkan perempuan itu mati saja di sebuah lubang. Justru dengan berani Romo Wis menyelamatkannya.  

Dan berawal dari rasa ibanya kepada Upi. Romo Wis benar-benar mengabdi untuk kemajuan desa Prabumulih. Masyarakat kampung begitu amat mencintanya. Namun, seperti yang kita tahu bersama. Kekuasaan seakan menjadi momok bagi rakyat bawah yang ingin mandiri. Perkebunan karet yang sudah mulai menampakkan hasilnya digusur dengan paksa oleh pengusaha minyak kelapa sawit. Bahkan dengan teganya menghancurkan pembangkit listrik kecil-kecilan milik warga. 

Semenjak itulah Romo Wis mengubah namanya menjadi Saman. Kini, dengan nama baru, Wisanggeni alias Saman memiliki tujuan baru. Ia ingin membela rakyat bawah yang selalu tertindas oleh kekuasaan. Dengan bantuan Yasmin yang bekerja di bidang hukum dan juga Cok si binal yang kaya raya, dengan mudah Saman pergi meninggalkan Indonesia menuju New York. Ketika sampai di negara dan juga kota yang baru. Saman justru mengalami kegundahan yang baru. Benarkah yang sudah dilakukannya? bukankah seharusnya dirinya dekat dengan rakyat yang ingin dibelanya?

Dengan cermat kisah pun berpindah menuju kisah asmara Saman dan Yasmin. Gue kira, di New York, Saman bakal berjumpa dengan kisah lamanya Laila. Kenapa Yasmin? dia kan sudah bersuami?

Kesimpulan Gue

Beberapa review/resensi yang gue baca merasa --mungkin juga-- cukup terganggu dengan aroma seksualitas yang Ayu Utami hadirkan. Kalau buat gue sendiri sih, nggak tuh. Toh, novel ini tidak ditujukan untuk anak SD yang belum cukup umur apalagi logika untuk mencerna kisah yang dihamparkan. Justru gue berpikir kalau itu trik Ayu Utami agar novelnya nggak di-bredel-i habis-habisan yang nota bene saat itu Orde Baru sedang berkuasa. 

Namun semua itu kembali ke selera pembaca. Kalau pendapat gue sih, lu harus banget baca novel ini. Risetnya yang sangat mendalam baik soal tokoh, latar ataupun tempat cerita sungguh detail. Seakan-akan ketika membacanya lu bisa merasakan kehadiran atau pun luka yang dirasakan oleh para tokoh pembawa cerita.

Sayang buku ini hasil pinjaman dari seorang yang baik hati. Semoga nanti gue kesampaian untuk membelinya. Aamiiinnn... Hehe.

3/23/2017

Astaga, aku telat dua bulan. (T.T)

Aku ingin bertaubat dari menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan. Namun apa daya semuanya terjadi begitu cepat. Jika saja tulisan ini dibuat oleh seorang wanita yang membela diri karena tinggalkan kekasihnya demi hidup yang lebih layak. Dalam sekejap ku yakin akan menjadi viral. Apalagi jika tulisan ini berisi curhatan tentang perasaan yang sedang diselingkuhi, ku yakin pengikutku akan membludak dalam waktu hitungan jam. Tapi, mohon maaf bagi kalian semua, hal itu tak akan terjadi di tulisan ini. Karena tulisan ini hanya curhatan si cowok yang suka mendadak mellow setiap lihat orang yang makannya banyak tapi tetap kurus.

Telat dua bulan di postingan ini maksudnya adalah, aku sudah telat nggak posting di blog selama dua bulan berlalu. Padahal di akhir 2016 sudah bertekad buat lebih produktif lagi di tahun 2017. Seenggaknya rutin seminggu posting satu tulisan setiap minggunya. Namun, apa yang terjadi? Dua bulan berlalu hanya diikuti oleh penyesalan tanpa melakukan apa-apa. Bahkan, (ini pengakuan) saat menulis postingan ini gak dalam satu waktu. Tapi, berulang kali aku ngelirik ke medsos dan yutub. Postingan ini dimulai dari ngetik judul itu pagi hari. Sampai siang hari baru dapet dua paragraf.

Banyak yang bilang kalau bagian tersulit adalah memulai. Kayaknya nggak deh. Mempertahankan jauh lebih sulit dari pada memulai. Kalau nggak salah ingat aku sudah mulai (mencoba) jadi blogger dari tahun 2010. Dulu seneng banget ketika melihat salah postingan dibaca banyak orang. Tapi setelah itu beberapa kali ganti akun blogger (yak, diganti) bikin baru, yang lama terbengkalai. Hingga saat ini 2017 masih gini-gini aja. 


Aku juga masih ingat pertama kali Raditya Dika ngeluarin buku pertamanya. Aku terinspirasi dari kisahnya yang berawal dari curhatan blog sampai akhirnya di cetak menjadi buku. Sungguh keren. Dan aku ingin menjadi seperti itu. Sayangnya hanya sebatas ingin tanpa tindakan yang lebih nyata. Hingga saat ini si Dika itu sudah membuat beberapa film dengan jutaan penonton. Aku masih hanya sekedar penonton saja. Bisa dibayangkan betapa sebalnya aku pada diriku sendiri. Dan yang lebih menyebalkannya lagi, aku tak melakukan hal seharusnya dilakukan orang-orang yang berpikir. Jadi hanya sampai di penyesalan saja.

Sekarang sudah mendekati akhir bulan Maret di tahun 2017. Aku mencoba kembali me-niat-kan di dalam hati untuk fokus dalam satu hal saja. Yaitu, menjadi seorang penulis. Aku memiliki kemampuan yang cukup dalam bidang tulis menulis. Beberapa kali aku sudah mengikut pelatihan menulis, terutama penulisan skenario. Walau seringkali aku dibuat bingung ketika berhadapan pilihan. Dimana pilihan itu harus aku jalani karena memang aku harus bertanggung jawab dalam hal tersebut. Ya, keluarga. Salah satu poin yang harus benar-benar menjadi perhatianku.

Terkadang aku bertanya-tanya. Bagaimana sih, cara mereka yang sudah berkeluarga tapi memang belum mapan harus berjuang sekuat tenaga untuk melewati semuanya. Beberapa kisah pun sudah aku baca. Cukup banyak pencerahan yang ku dapatkan. Tapi, tak sedikit juga kebingunganku yang masih belum terjawab. Entah apa yang ku bingungkan aku pun bingung. Hahahaha. Intinya, dari semua kisah yang aku baca, mereka tak berhenti untuk terus mencoba dan terus mencoba. Hingga akhirnya berhasil. Bukan berhenti di tengah jalan karena setitik rasa malas.

Ada yang bilang Sepuluh Ribu Jam jika kita ingin dibilang menjadi "mahir" dibidang tersebut. Ketika mendengarnya seakan mudah, namun nyatanya, aku akui untuk konsisten pun tidak mudah. Jadi, masih tertarik menjadi orang sukses? Kalau membayangkan ketenarannya, kesuksesannya, bebas jalannya, masih tertarik sih. Tapi kalau membayangkan prosesnya, kayaknya lebih baik nggak dibayangin deh. Hahahaha.

Hm, kayak cukup segitu dulu aja deh. Intinya sih, aku akan mencoba lagi dan lagi untuk menyelesaikan apa yang sudah ku mulai. Menyelesaikan proses yang sudah aku pilih sebelumnya. Dengan strategi baru tentunya dan tanggung jawab yang baru pastinya. Doakan yak semoga aku bisa konsisten minimal seminggu buat satu postingan, dimulai dari minggu ini. Bismillah...

12/19/2016

Limbah, si air mati yang meracuni ibukota.

Air Jakarta, sejak tahun 1997 tidak mengalami pertumbuhan dengan baik. Padahal, sudah 19 tahun berlalu. Seharusnya kini dia tampak seperti remaja putri yang cantik dan ranum. Namun sebaliknya, diam-diam kini ia menjadi racun yang siap membuat ibukota dan penduduknya menjadi pesakitan. Semua hal tersebut tidak lain karena ulah kita juga dalam memperlakukan air Jakarta. Lelaki paruh baya itu menatap satu per satu ke setiap para peserta. “Ada yang pernah kepikiran nggak, kemana perginya air bersih yang sudah kita pakai? Yang kita pakai untuk mencuci, mandi, dan juga buang air besar ataupun kecil?" Lelaki itu hanya tersenyum tipis, saat melihat para peserta hanya saling tatap. Workshop peduli air Jakarta pun dibuka.


Beliau bernama Erlan Hidayat, saat ini menjabat sebagai direktur utama PD PAM JAYA. Peserta workshop yang sebagaian besarnya adalah mahasiswa, lebih banyak diajak berdiskusi tentang keadaan air Jakarta saat ini. Pada tahun 1922 hingga diresmikan tahun 1977, awalnya PAM JAYA masih bisa mengambil air baku untuk dijadikan air bersih dari aliran sungai Ciliwung. Namun, semenjak pertumbuhan industri di sekitar aliran sungai, juga kontribusi yang aktif dari masyarakat dalam mengotori aliran sungai. Perlahan namun pasti, air sungai Ciliwung tidak lagi memenuhi baku mutu yang menjadi pra-syarat air baku.

Baca juga : Air bersih, kebutuhan pokok yang terabaikan.

Salah seorang peserta mengangkat tangannya untuk bertanya. “Lalu, dari mana pak, PAM JAYA mengambil air baku?” Asisten sorot membuka slide selanjutnya. Di layar pun terpampang sebuah data, 81% air baku sebagai bahan air yang akan diolah sebagai air bersih di ibukota berasal dari waduk Jatiluhur-Purwakarta. 15% didapat dari hasil membeli air curah PDAM kota Tangerang dan hanya 4% yang dapat diambil dari air Jakarta. “Dari fakta tersebut bisa kita ketahui secara bersama, bahwasannya ibukota Jakarta harus ditopang dari kota tetangga dalam hal penyediaan air bersih. Sementara itu, jumlah penduduk Jakarta setiap tahunnya terus bertambah.” Ucap Erlan Hidayat dengan wajah yang cukup serius.

Jakarta tak punya cukup air baku.
Mengapa hanya 4% yang bisa diolah dari air Jakarta? Tentu saja, tak sulit untuk menemukan jawabannya. Cukup melihat keseharian kita dalam memperlakukan air yang kita pakai. Masih banyak masyarakat kita yang membuang limbah rumah tangga ke sungai begitu saja. Dari air bekas cucian sampai air yang dipakai ketika buang air kecil ataupun besar. Sehingga menyebabkan sungai di jakarta menjadi hitam, berbau dan bisa saja beracun. Saat ini jumlah penduduk Jakarta sudah mencapai angka 10 juta. Bayangkan saja, jika manusia sebanyak itu buang air besar dalam satu kolam yang sama. Apa yang terjadi dengan air kolamnya?

Kadar pencemaran air sungai di Jakarta cukup tinggi. Pada tahun 2010 saja, menurut data Dinas Pekerjaan Umum (PU) jumlah unit air buangan dari buangan rumah tangga per orang per hari adalah 147 liter. Direktur utama yang baru saja diangkat itu menutup sesi pertama dengan sebuah pernyataan. “Saat ini kita sudah memasuki akhir tahun 2016, apakah kita mau seperti ini terus? Sudah saatnya kita peduli dengan air Jakarta.”

PAM JAYA terus berusaha menggenjot produksi air bersih untuk memenuhi kebutuhan penduduk Jakarta. Beberapa pengembangan dilakukan agar bisa memenuhi keperluan seluruh lapisan masyarakat. Namun, pekerjaan rumah belum usai sampai disana. "Mindset orang indonesia, mendapat air bersih itu wajar membayar. Membuang limbah itu gratis." Kata Dirut PD PAL JAYA, Dr. Subekti pada sesi kedua workshop ayo peduli air jakarta.

Materi tentang limbah, disampaikan oleh Dr. Subekti
PAL yang berasal dari kepanjangan Perusahaan Air Limbah menjadi salah satu solusi untuk mengatasi melimpahnya air jakarta yang sudah mejadi limbah. Namun, saat ini hanya baru ada satu instalasi pengolahan air limbah yang beroperasi. Yaitu, Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) yang berada di kawasan Setiabudi. Tentu saja, kondisi tersebut masih sangat jauh dari kata ideal untuk mengatasi banyaknya sumber air limbah yang ada di jakarta. Beberapa zona sudah dicanangkan untuk mulai dibangun IPAL baru. Salah satunya di TB Simatupang dan juga kawasan Thamrin.

Ada dua jenis air limbah yang banyak dihasilkan oleh masyarakat. Yaitu, air limbah dengan jenis Grey dan Black. Air limbah dengan jenis Grey adalah yang berupa, air bekas cuci pakaian, mandi buang air kecil dan sebagainya. Adapun jenis Black adalah feses yang dibuang ke septic tank. Untuk mulai membangun jaringan pengolahan air limbah yang ideal seharusnya ditanam pipa dari rumah warga yang nantinya bermuara di IPAL. Tentu saja pembangunan jaringan pipa IPAL adalah bentuk investasi jangka panjang untuk air jakarta. Dimana akan ada proses secara bertahap yang dilakukan untuk mewujudkannya.

Solusi yang bisa dilaksanakan dengan segera adalah melaksanakan kegiatan sedot tinja secara berkala. Jadi nantinya masyarakat juga akan diedukasi betapa pentingnya melakukan pengolahan limbah lebih lanjut untuk air Jakarta yang lebih baik. Memang, idealnya adalah menggunakan saluran perpipaan agar truk sedot tinja (yang seringkali dianggap berbau busuk) tidak mengganggu pemandangan ibukota. Namun apa daya, untuk membangun satu zona saja membutuhkan dana kurang lebih mencapai 68 trilyun rupiah. Ungkap direktur utama PD PAL JAYA.

Ibukota negara Indonesia, yaitu Jakarta. Sebenarnya sudah sangat tertinggal dengan negara tetangga dalam hal melakukan sewerage system. Hampir seluruh peserta workshop terdiam, asisten sorot kembali mengganti layar slide. “Sewerage system adalah suatu sistem pengelolaan air limbah mulai dari pengumpulan (sewer), pengolahan (treatment) sampai denga pembuangan akhir (disposal).” Jelas bapak Subekti lagi. Saat berganti layar slide, tampak perbandingan Indonesia dengan negara tetangga dalam hal penanganan air limbah. Dimana Indonesia baru hanya 10% saja menerapkan recycle pada air Jakarta.

Indonesia tertinggal jauh dari negara tetangga.
“Jadi apa yang bisa kita lakukan saat ini untuk air Jakarta yang lebih baik?” Tanya salah seorang peserta. “Karena saya ini bekerja sebagai tukang sedot tinja, saya menawarkan untuk masyarakat berkontribusi dengan menjadi pelanggan sedot tinja terjadwal. Truk yang kami pakai sudah terhubung dengan GPS. Sehingga dapat kami pantau, jika mereka berbuat nakal dengan membuang tinja saudara-saudara sembarangan.” Jawab Dr. Subekti yang disambut tawa lepas oleh seluruh peserta.

Sebagai catatan akhir penutup acara dirut PD PAL JAYA meminta asisten sorot membuka slide selanjutnya. Sudah seharusnya sebuah kota besar, apalagi ibukota negara. Menerapkan program water recycle. Kenapa? Karena air adalah kehidupan. Dia akan terus ada, dan hanya berubah bentuk saja. Akankah kita sebagai manusia yang diberikan akal tidak mau berpikir walau sesaat? Jika saja program water recycle sudah benar-benar berjalan di ibukota kita. Kualitas hidup masyarakatnya dan juga lingkungannya pasti akan menjadi lebih baik. Ayo, sudah saatnya kita peduli air Jakarta.

Potensi air baku  kota Jakarta, jika water cycle dilaksanakan.

Profil Penulis.

Nama : M. Rizal Ghozi Haqqi
Tempat tinggal : Depok
Pekerjaan : Fasilitator program Sahabat Air dan Sanitasi
Email : ghozyrizal@gmail.com
No. hp : 085295855817